Untuk sebagian orang momen sahur bisa jadi adalah sebuah momen yang tidak menyenangkan. Kenapa? Karena posisi mereka tertidur, dan tiba-tiba dibangunkan oleh suara membahana toa masjid yang memberitahu jika waktu sahur sudah datang. Biasanya orang yang bertugas menjadi MC Sahur (kita sebut "MC Sahur" saja ya, karena saya tidak tahu sebutan nama untuk seseorang yang bertugas membangunkan warga ketika waktu sahur) berteriak kencang melalui toa masjid, tujuannya mulia sebenarnya. Tapi mungkin karena saking kerasnya teriakan dan volume toa, menyebabkan warga yang sedang tidur menjadi terbangun dalam suasana yang kaget.
Dari sedikit kisah tersebut sebenarnya saya bisa merasakan kebesaran Tuhan. Kebesaran-Nya diwujudkan dengan Ia telah menempatkan posisi seseorang dengan pas. Contohnya adalah Tuhan telah berbaik hati menjadikan Candil sebagai rocker. Bakatnya sebagai rocker bisa tertuang di industri musik. Coba bayangkan kalau Candil bertugas sebagai MC Sahur? "Saaahhhuuurrrr!!! Saaaahuuurrrr!!" *dengan nada ala Candil
Dan sesungguhnya MC Sahur itu tidak boleh menyelipkan motivasi lain ketika ia bertugas untuk membangunkan orang sahur. Contohnya: "Kanggo si A, si B, si C, ayo utangmu ndang di SAHUUUURRR!! SAHUUURRRR!!" . Dalam versi Indonesia: "Kepada si A, si B, si C, utangmu buruan di BAYYYAAARRR!! BAYYAAARRR!!" .
nb: dalam Bahasa Jawa, sahur (santap malam untuk mengawali puasa di Bulan Ramadhan) dan saur (bayar, lunas) bisa digolongkan dalam kata homofon, yaitu kata yang sama dalam pelafalan tapi berbeda dalam ejaan dan arti.