Tulisan ini bukan tentang wafer!
Setelah saya pikir-pikir dan saya coba flashback, empat hari berturut-turut sebelum hari ini
ternyata mempunyai kisah yang unik. Saking uniknya, mungkin keempat hari tersebut layak
masuk dalam segmen “Empat Hari Unik” versi program On the Spot. Di Hari Jumat,
Sabtu, Minggu, Senin, banyak orang memberikan ucapan selamat kepada orang atau
kumpulan orang yang sedang berbahagia kala itu. Kebahagiaan yang diraih tidak
serta-merta mereka dapatkan, melainkan harus membutuhkan perjuangan (dan
mungkin sedikit faktor luck),
sehingga banyak orang menaruh respect yang kemudian diungkapkan
melalui pemberian ucapan selamat. Seperti sebuah kebiasaan yang turun-temurun,
pemberian ucapan selamat selalu menggandeng ucapan “semoga”. Mungkin dua kata
tersebut adalah sejoli yang sedang dimabuk asmara, jadi tidak bisa dipisahkan.
Ah, sudahlah lupakan jokes
garing di paragraf pertama. Inilah momen kebahagiaan di empat hari
tersebut.
Jumat. Jumat
malam lebih tepatnya. Adalah suatu hari di mana para aktivis Twitter mebobardir
timeline dengan kicauannya.
Kicauan-kicauan tersebut pasti sering kita baca dalam beberapa bulan terakhir
ini, dan kebanyakan mereka menjadi komentator dadakan. Like or dislike, begitu kira-kira idealisme mereka. Mungkin bagi
orang “awam”, kondisi timeline Twitter
ibarat arisan ibu-ibu PKK: kemriyek. Yang
menyebabkan orang “awam” tersebut menjadi semruweng.
Untuk dua kata bercetak miring sebelum kalimat ini, silakan cari artinya di
Google. Tapi puji syukur, kemriyekan
yang berujung pada kesemruwengan
tidak akan ada lagi di minggu depan karena satu hal: Fatin Shidqia Lubis telah
terpilih sebagai Juara X Factor
Indonesia! Secara de facto dan de jure berarti tidak akan ada lagi
tayangan bernama X Factor.
Ya, yang saya maksud di sini adalah ajang pencarian bakat
menyanyi tersebut. Betapa hebohnya Twitter ketika Gala Show sedang disiarkan oleh TV. Setelah menempuh banyak edisi,
akhirnya pada Jumat kemarin terpilihlah seorang yang mempunyai x factor. Fatin berhasil mengalahkan
Novita Dewi di babak Grand Final X Factor.
A new idol was born. Usia yang masih
16 tahun dan dengan dianugerahi suara yang unik mungkin menjadikan banyak orang
memuja-muja dirinya. Mungkin para Fatin haters
tidak akan setuju dengan kalimat sebelum ini, tapi sudahlah… Fatin telah
terpilih menjadi seorang idol baru di
Indonesia. Bisa kamu cek di infotainment,
bagaimana reaksi tetangga-tetangga Fatin ketika ia “pulang kampung” setelah
enam bulan dikarantina, banyak dari mereka rebutan memberikan ucapan selamat. Bisa
kamu cek di Trending Topic Twitter,
bagaimana Fatinisti (sebutan untuk fans Fatin)
selalu mengelu-elukan namanya, seakan-akan di dunia ini hanya Fatin seorang
yang bisa bernyanyi. Bisa juga kamu cek di Youtube, bagaimana situs video sharing itu begitu nge-fans dengannya sehingga video-videonya
ditampilkan di halaman pertama.
Popularitas memang seperti granat. Daya ledaknya sangat
besar. Selamat kepada Fatin! Semoga bisa bersaing di industri musik Indonesia,
dan semoga kepopulerannya masih bisa dilihat hingga satu tahun mendatang.
Sabtu. Saya
berusaha untuk menulis seobjektif mungkin di bagian ini. Karena kalau boleh
jujur, saya masih agak menyimpan tendensi dengan apa yang akan tulis di sini. Peristiwa
ini terjadi pada Hari Minggu jika berdasarkan waktu Indonesia, akan tetapi jika
didasarkan pada tempat terjadinya peristiwa, peristiwa ini terjadi pada Hari
Sabtu malam. Jika kamu penggila sepakbola pasti sudah tahu peristiwa apakah
itu. Ya, di Hari Sabtu malam waktu Stadion Wembley, Bayern Munich berhasil
menambah pundi-pundi gelar Liga Champions-nya setelah mengalahkan Borussia
Dortmund. Bayern Munich memang klub istimewa, bahkan saking istimewanya, mereka
bisa mengalahkan klub paling istimewa di muka bumi ini di perempat final yaitu
Juventus. Membanggakan klub idola boleh,kan?
Acungan jempol untuk Bayern Munich. Mereka mengajarkan kita
bagaimana sebuah tim harus menjadi kompak dan gigih dalam mencapai tujuannya. Sebuah
pertandingan final yang begitu mendebarkan. Pertandingan Sabtu malam itu layak
disebut sebagai a true final match. Banyak
orang memuji pertandingan tersebut, terutama performa Bayern Munich. Jika
diibaratkan film, pertandingan final tersebut layak bergenre action. Saling serang tiada henti.
Menyebabkan rasa deg-degan yang teramat sangat bagi kedua fans klub, penonton final Liga Champions, dan juga bandar judi.
Sudahlah, saya tidak akan berpanjang-panjang lagi menulis
tentang keperkasaan Bayern Munich dan bagaimana jalannya final Liga Champions. Ini
karena saya tidak jago dalam menganilisis pertandingan sepakbola, serahkan itu semua
saja pada Bung Towel. Yang jelas, selamat kepada Bayern Munich! Semoga
mendapatkan treble winner di musim
ini. Dan semoga Juventus bisa merebut gelar dari tangan mereka di musim depan.
Minggu. Jawa
Tengah memilih. Pada Minggu26 Mei 2013, Jawa Tengah mengadakan pesta demokrasi
untuk memilih siapa calon yang akan menduduki posisi paling atas di kursi
pemerintahan Jawa Tengah. Warga berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan
Suara (TPS). Setidaknya itulah kegiatan yang dilakukan oleh warga negara yang “baik”
karena mau menggunakan hak suaranya. Bagi yang tidak menggunakan hak suaranya,
tidur merupakan pilihan yang tepat setelah begadang nonton final Liga
Champions. Omong-omong, memang benar final Liga Champions lebih menarik
daripada Pemilu. Begitulah kata seorang apatis, seperti saya ini.
Lupakan masalah menggunakan hak suara atau tidak. Sebenarnya
saya sudah bisa menduga siapakah yang akan memimpin Jawa Tengah untuk lima
tahun ke depan. Dari tiga calon yang bertarung di Pilgub kali ini, sosok Ganjar
Pranowo benar-benar menarik perhatian masyarakat. Masyarakat pasti menganggap
Ganjar adalah “duplikat” dari Jokowi. Dia muda, kharismatik, dan yang penting
dia suka rock! Dan mungkin bagi beberapa
warga dia adalah sosok ideal yang pro rakyat. Banyak warga yang jatuh cinta
pada pandangan pertama padanya. Jargonnya “mboten
ngapusi, mboten korupsi” selalu terpampang di spanduk dan banner yang berada di jalanan. Metode
kampanye yang seperti itu pasti membuat rakyat klepek-klepek.
Benar saja. Melalui hasil quick count yang dipublikasikan di media elektronik, pasangan
Ganjar-Heru benar-benar mendominasi Pemilu. Pada Minggu sore, para pendukung
Ganjar-Heru melakukan konvoi ke jalan-jalan untuk merayakan kemenangan pasangan
tersebut. Saya bahkan sampai terkaget-kaget membaca berita di koran keesokan
paginya. Menurut berita di koran tersebut, prosentase suara Ganjar-Heru untuk
wilayah Solo mencapai 78,81%. Unggul jauh dari kedua pasangan lainnya yang
hanya mendapatkan 12,27% (pasangan HP-Don) dan 8,92% (pasangan Bibit-Sudijono).
Sebagai warga Indonesia yang baik pada umumnya, dan warga
Jawa Tengah pada khususnya, saya ingin mengucapkan selamat kepada Pak Ganjar
dan Pak Heru. Semoga apa yang dijanjikan pada waktu kampanye bisa segera
terealisasi. Terutama untuk Pak Ganjar, semoga Anda bisa mendatangkan Metallica
atau Guns ‘n Roses ke Solo.
Senin. Tulisan di
bagian ini akan mengembalikan memori saya (dan mungkin kamu) ke beberapa tahun
yang lalu. Ya, beberapa tahun yang lalu. Baiklah, yang terjadi pada Hari Senin
tanggal 28 Mei adalah pengumuman serentak hasil seleksi SNMPTN 2013. Bagi para
lulusan SMA yang mendaftar masuk ke universitas melalui jalur SNMPTN, Hari
Senin kemarin bisa menjadi hari yang cerah ataupun berawan. Wajah-wajah cerah
nan gembira pasti tampak pada 2.720 lulusan SMA yang diterima di Universitas
Sebelas Maret Solo, universitas negeri favorit yang masih menjadi tempat saya
menuntaskan “hari akhir”. Sedangkan wajah-wajah berawan nan murung mungkin tampak
pada sekitar 51.280 lulusan SMA yang kurang beruntung untuk melanjutkan studi
di UNS.
Mendengar berita tersebut, melalui jejaring sosial, beberapa
akun himpunan jurusan; Unit Kegiatan Mahasiswa; maupun akun pribadi yang kelak
akan menjadi calon-calon kakak tingkat mereka, langsung memberikan ucapan
selamat dan tak lupa mengucapkan selamat datang kepada mereka. Kira-kira
seperti itulah hasil pantauan saya. FYI, saya
tidak termasuk yang melakukan itu karena saya “sadar diri”, atau lebih tepatnya
terlalu tua untuk melakukan itu. Dan oh ya, adik keponakan saya juga termasuk
ke dalam lulusan-lulusan SMA yang berwajah cerah, karena ia berhasil
mendapatkan satu kursi di Fakultas Teknik UGM.
Selamat atas kelulusannya! Dan juga selamat datang di UNS,
terutama bagi kalian yang berhasil masuk ke FISIP. Semoga kalian bisa menjadi
mahasiswa yang teladan, rajin, dan berprestasi. Jangan jadi mahasiswa yang
malas-malasan dan sembrono. Tapi jika kalian ingin mengetahuinya sebagai
pembelajaran, silakan hubungi orang yang menulis tulisan ini.
