Akhirnya saya bisa berjumpa dengan Bulan Ramadhan lagi. Tahun ini Bulan Ramadhan menginjak tahun ke 1433 dari penanggalan Hijriah. Yang artinya tahun ini adalah tahun setelah 1432 Hijriah yang sudah terlewati pada 2011 kemarin.
Tidak ada persiapan yang spesial dalam menyambut bulan yang suci ini. Karena yang spesial biarkanlah milik martabak telor saja. Tidak ada acara padusan atau nyadran. 2 kegiatan tersebut adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa ketika menyambut Bulan Ramadhan. Padusan adalah sebuah acara yang dilakukan dengan tujuan membersihkan diri dengan cara mandi, filosofinya adalah ketika kita padusan kita membersihkan jiwa dan raga kita supaya ikhlas dalam menjalani ibadah selama Bulan Ramadhan. Kegiatan itu tidak saya lakukan karena menurut saya mandi tidak mengurangi dosa. Saya setiap hari mandi tapi tidak tahu apakah dosa saya diampuni oleh Tuhan atau tidak, hehehe. Yang jelas, saya berniat untuk membersihkan jiwa saya selama Bulan Ramadhan ini.
Yang kedua adalah nyadran. Sebuah kegiatan dimana kita mengunjungi makam keluarga/sahabat/orang-orang yang telah mendahului kita. Prosesi yang biasanya dilakukan dengan menabur bunga dan berdoa di makam seseorang tersebut. Ini juga tidak saya lakukan karena bagi saya mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita dengan ikhlas itu lebih baik.
Dan Bulan Ramadhan tahun ini adalah bulan yang unik bagi saya, dan seumur hidup saya baru mengalaminya sekarang ini. Apakah itu? Yang saya maksud dengan itu adalah awal puasa yang berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah. Muhammadiyah lebih duluan puasanya, mereka berpuasa pada tanggal 20. Sedangkan pemerintah melalui sidang Isbat pada hari Kamis menetapkan bahwa awal puasa jatuh pada tanggal 21. Unik ya? Tapi lebih unik lagi ketika media massa dan para pejabat dan juga para aktivis sosial media berpendapat untuk menghargai perbedaan terkait penetapan awal puasa. Memang sih, perbedaan itu suatu hal yang lumrah, tapi sampai kapan perbedaan itu akan ada? Bukankah kalau sama itu lebih enak, ya? Yang saya pertanyakan adalah: kenapa harus ada perbedaan di antara kita? Belum lagi kalau besok Idul Fitri-nya juga berbeda. Seperti itulah Indonesia. Unik.
Itu adalah kisah unik yang pertama. Mau tahu kisah unik lainnya? Tunggu saja, karena saya mau observasi keunikan Bulan Ramadhan lainnya. Jadi kamu tahu tidak kalau tulisan ini bersambung?
No comments:
Post a Comment