Jul 5, 2017

Sang Mahaterburu-buru Itu Bernama Manusia

Pernahkah kamu diklakson pengendara di belakangmu karena APILL telah menghijau meski baru sepersekian detik? Saya kerap dibegitukan. Sebal rasanya dengan ulah pengendara-pengendara ngehek seperti itu. Dipikir jalan raya itu kepunyaan embah buyutnya nenek buyut mereka apa?

Dongkol memang melihat tabiat pengendara di Indonesia. Sebagai pengendara motor solois yang-jok-belakangnya-selalu-kosong-dan-berdebu, saya merasa dizalimi. Ingin rasanya membalas perlakuan mereka dengan meneriakkan kalimat: “Apa kontribusimu bagi negara?" Cakep.

Mereka-mereka ini seyogianya dimasukkan ke dalam golongan makhluk yang tak punya kesabaran. Coba bayangkan, di depan saya masih ada pengendara-pengendara lain yang belum beranjak. Eh, dia seenak udelnya memencet klakson dengan penuh tenaga. Bajinguk banget, bukan?

Namun, sebagai fans karbitan Mario Teguh, saya berusaha berpikiran positif terhadap mereka. Ya, mungkin saja mereka terburu-buru.

Eh, omong-omong soal terburu-buru, sepertinya manusia telah digariskan menjadi makhluk yang mahaterburu-buru, ya? Contohnya pengendara ngehek. Mereka dengan entengnya menekan klakson supaya cepat-cepat terbebas dari siksaan durasi panjang traffic light. Coba bayangkan, jika mereka bisa menahan sedikit saja egonya, pasti jalan raya bakal jadi tempat penuh senyum dan tidak dipenuhi wajah-wajah kemrungsung, mecucu, dan mbesengut.

Saya malah teringat pengalaman sewaktu jadi mahasiswa. Waktu itu saya sedang malas-malasnya menjadi mahasiswa taat. Singkat cerita, ada dosen yang memberi tugas meringkas satu buku. Tugas dikumpulkan di pertemuan selanjutnya.

Bagi orang-orang yang tidak berotak slenco, seminggu adalah waktu ideal untuk merampungkan tugas itu. Namun, karena saat itu saya lagi bosan jadi mahasiswa pintar dan rajin, akhirnya saya mengerjakan tugas itu H-12 jam dari tenggat pengumpulan.

Sesampainya di kelas, saya hanya bisa senyam-senyum kecut pas melihat garapan teman-teman saya. “Kowe pirang lembar?” tanya saya. Sebenarnya saya sudah bisa menjawab sendiri pertanyaan itu hanya dengan melihat tumpukan tebal milik mereka yang diberi penjepit.

Saya? Kalau tidak salah ingat, saya cuma nge-print sebanyak 4-5 lembar. Anti-mainstream, ya?

Ya, namanya juga mahasiswa. Sebenarnya, setiap mahasiswa adalah titisan Bandung  Bondowoso. Coba kamu tanya teman – atau mungkin kamu pernah mengalami – bagaimana sensasi menyelesaikan tugas hanya dalam waktu beberapa jam sebelum batas akhir.  Beberapa teman menganggap hal itu sebagai pemacu adrenalin.

Banyak cerita lain yang bisa kamu dapati, misalnya tentang efek pengambilan keputusan yang terburu-buru, orang-orang yang meregang nyawa di jalan sebab terburu-buru, dan jangan lupakan juga problematika krusial generasi 2.0: terburu-buru mengungkapkan perasaan.

Nah, dari sini sudah semakin jelas kalau manusia sudah ditakdirkan menjadi makhluk yang mahaterburu-buru, kan?

Saya jadi berpikir, apabila jiwa manusia berbentuk kotak, dalam kotak itu ada panel-panel yang mengatur rohaniah kita, apakah mungkin baut di panel kesabaran memang sengaja dilonggarkan?  Atau mungkin jangan-jangan, terburu-buru itu timbul karena petugas penjaga kesabaran sedang cuti? Bisa jadi juga, terburu-buru itu ada disebabkan sungai kesabaran sedang kering kerontang karena mengalami musim kemarau.


Entahlah. Yang jelas, terburu-buru itu tidak enak. Semoga mencintaimu bukanlah keterburu-buruan. Eeeaaaa.

Jun 15, 2017

INI DIA KULINER BARU DI KOTA SOLO, SOLO PLUFFY!


Selain kota budaya, Solo juga dikenal sebagai surganya kuliner. Sebut saja nasi liwet, sate kere, tengkleng, dan masih banyak lagi; semua bisa dijumpai di kota yang punya slogan “Spirit of Java” ini.

Mulai 16 Juni 2017, ragam kuliner di Kota Solo bakal tambah berwarna dengan hadirnya Solo Pluffy. Mungkin ada pertanyaan yang terlintas, apa sih Solo Pluffy?

Nah, Solo Pluffy ialah brand kue kepunyaan Jessica Mila. Ya, aktris yang ngetop lewat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala itu kini mulai merambah bisnis kuliner. Memang, akhir-akhir ini banyak artis yang berjualan kuliner. Jessica sepertinya bisa membaca peluang itu.

Peluang
“Dalam bisnis, setiap orang pasti punya kreativitas masing-masing. Aku jamin Solo Pluffy beda sama kue [milik artis lain],” kata Jessica Mila saat mengadakan meet and greet di Solo Square Mall, Sabtu (10/6/2017). Sore itu Jessica dan rekan bisnisnya, Ricky Harun dan Herfiza Novianti, mampir ke Solo untuk mengenalkan produk paling gresnya itu.

Jika produk-produk kuliner para artis berpusat di Jakarta dan kota-kota besar lain, Jessica memilih Kota Solo sebagai “markas” brand-nya. Sebenarnya, pemilihan tersebut didasari karena kota plat AD ini merupakan tempat kelahiran ayahanda Jessica. Dara kelahiran 3 Agustus 1992 itu ingin menjadikan Solo Pluffy sebagai kado untuk ayahnya.

Namun, di luar itu, Solo adalah kota yang potensial untuk menjajaki bisnis. Faktornya banyak, salah satunya yaitu kota ini menjadi tempat asal Presiden Joko Widodo, sehingga banyak mata tertuju pada Solo. Tak hanya itu, Solo juga dikenal sebagai kota budaya. Wisatawan dalam maupun luar negeri sering singgah ke sini.

Selain itu, pemilihan Solo juga terhitung berani, karena bisa menjadi pemecah fokus pasar. Jika diibaratkan, Solo Pluffy adalah jalan tikus di antara semrawutnya jalan raya. Saat para artis berlomba-lomba menancapkan brand-nya di Ibukota, Solo Pluffy memilih jalan yang agak lapang. Sebagai pendatang baru, bersaing dengan produk-produk yang lebih awal lahir harus membutuhkan energi ekstra apabila berada di jalur sama.

Mem-branding diri dengan sebutan “oleh-oleh kekinian”, jalan Solo Pluffy sepertinya mulus. Karena di Kota Solo, kuliner kekinian – terutama oleh-oleh – yang sudah menancapkan taringnya masih bisa dihitung dengan jari.

Apalagi sebagai seorang bintang, Jessica Mila tentunya punya fanbase besar. Lihat saja akun Instagram Solo Pluffy yang selalu ramai dikunjungi penggemar. Bahkan, dari penelusuran saya, foto soft launching Solo Pluffy di akun Instagram @soloevent – saat tulisan ini dikerjakan – mendapatkan love sebanyak 9.211. Bayangkan, apabila jumlah itu menjadi pembeli nyata Solo Pluffy, pasti brand ini langsung disegani.

Ya, fans memang salah satu jurus ampuh untuk mengatrol penjualan. Namun, yang menjadi PR adalah bagaimana cara agar Solo Pluffy bisa menciptakan belonging penggemar dengan produk yang dijual idolanya.

PR yang lain yakni langkah Solo Pluffy agar tidak menjadi produk yang booming sesaat lalu redup selang beberapa bulan launching. Karena tipikal konsumen Indonesia memang seperti itu: mereka hanya penasaran di awal. Solo Pluffy mungkin harus melakukan treatment-treatment khusus untuk mengatasinya.


Rasa
Langkah Solo Pluffy untuk awal-awal ini sepertinya masih aman. Sepengetahuan saya, di Kota Solo produk-produk setipe Solo Pluffy masih jarang ditemui.

Sewaktu soft launching Solo Pluffy di Amaris Hotel, saya sempat mencicipi. Saat melihat sekilas, kue ini mirip bolu. Namun, setelah satu gigitan masuk ke mulut, tekstur lembut langsung terasa di lidah. Ya pantas, soalnya produk ini merupakan plesetan dari fluffy yang berarti lembut.

Omong-omong soal pemilihan tekstur, Jessica sengaja memilih kue bertekstur lembut untuk menggambarkan karakter wong Solo yang terkenal dengan kelembutan dan keramah-tamahannya. Bisa aja deh Jessica.

Sebagai oleh-oleh kekinian yang mengusung tagline “Klangenan Kota Solo”, Solo Pluffy punya varian rasa yang digandrungi anak muda, antara lain original, cheesecake, green tea, choco cornflake, dan blueberry. Hhhmm, pastinya bikin ngiler deh.


Jumat (16/6/2017), gerai Solo Pluffy bakal dibuka. Tokonya terletak di Jl. Ronggowarsito No. 145. Peresmian ini berarti Solo Pluffy sah untuk memanjakan lidah pencinta makanan, dan – seperti kata Ricky Harun –  memberikan warna baru bagi industri kuliner di Kota Solo. “Solo Pluffy hanya menambahkan warna serta tidak berusaha menggantikan dan bahkan menutupi kuliner-kuliner yang sudah lebih dulu ada,” pungkas lelaki yang kerap disapa Kirun itu.