Jan 30, 2012

Masa-Masa Galau Seorang Mahasiswa Semester Akhir

Hari ini, Senin 30 Januari 2012, di penghujung bulan ini, dan sama seperti semester-semester yang lalu, saya bertandang ke Bank Permata untuk membayar SPP kuliah. Dengan mahar Rp 913.500,00 saya akan mengarungi semester 8 di jurusan Sosiologi FISIP UNS. Semester 8?? What???!!!

Seakan tak percaya memang. Saya sudah berada di zona merah, karena sudah berada di masa-masa kritis seorang mahasiswa. Saya sudah menjabat sebagai MAHASISWA SEMESTER AKHIR. Nampaknya kegalauan (bukan masalah cewek tapi kuliah) sudah melanda saya. Di mana saya harus bisa mendapatkan title dan ijazah sebagai seorang S.Sos. Kalau dihitung-hitung sebenarnya saya tidak akan bisa mutlak lulus semester ini, karena secara de facto dan de jure, saya harus mengulang banyak mata kuliah. Ada banyak mata kuliah yang harus saya ulang dan belum saya ambil. Seperti di semester ini, saya harus mengulang satu mata kuliah yaitu Stuktur Sosial dan mengambil satu mata kuliah yang belum saya ambil yaitu Sosiologi Ekonomi. Dan semester 9 pun nampaknya akan lebih parah lagi karena di semester 7 saya sedang terkena sindrom mahasiswa semester akhir yaitu: BOSAN KULIAH. Hampir semua mata kuliah yang saya ambil di semester 7, tidak saya ikuti. Saya sebenarnya mengikuti, tapi pada waktu awal kuliah saja. Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya, saya tak tahu di mana. Nampaknya saya sedang mencari alamat palsu sehingga banyak tidak mengikuti perkuliahan. Dan apabila absensi kosong mendapatkan poin untuk ditukar dengan souvenir atau voucher, sudah jelas saya akan mendapatkan poin untuk ditukar dengan seperangkat alat makan cantik.

Target saya lulus adalah 5 tahun. Entah itu bisa saya penuhi atau tidak, yang jelas harus semangat. Tapi nampaknya semangat itu akan luntur dan mendadak menjadi kegalauan akut ketika saya melihat teman-teman saya sudah berbusana toga dan mendapat gelar S,Sos. Iri dengan mereka, teman-teman saya, yang lulus secara cepat. Lulus dengan mulus, kuliah dengan lancar seperti meluncur di jalan tol. Dan ditambah dengan cumlaude. Bisakah saya? Dapatkah saya? Bussseett!!!

Jika berbicara mengenai skripsi, saya masih berada pada zona ambigu. Sebenarnya sudah ada tema yang akan saya angkat yaitu tentang perburuhan di Indonesia. Bagaimana buruh-buruh itu masih bisa survive dengan tingkat gaji yang bisa dibilang minim dan dengan tuntutan pekerjaan yang berat. Di mana mereka harus memenuhi target produksi dari perusahaan atau pabrik tempat mereka bekerja. Sehingga jika itu tidak tercapai maka akan menimbulkan suatu konflik seperti yang diutarakan oleh Karl Marx. Bagus tidak jika saya mengambil tema seperti itu? Tapi saya pengin mengkaji yang lebih. Dan kegalauan pun semakin melanda ketika teman-teman saya sudah mengajukan judul skripsi sementara saya masih mengulang kuliah, online di depan komputer dan menangis darah meratapi kebodohan saya.

4 tahun sudah saya berada di FISIP UNS. Tidak tahu apakah perjalanan ini akan disudahi atau masih berlanjut, entah berapa lap lagi. Semoga tidak menjadi MADESU. Dan semoga bisa membagaiakan orangtua dan keluarga. Karena mereka telah men-support saya secara mati-matian tapi orang yang di-support malah seperti ini: membuat curhatan di sini tentang kegalauannya karena kuliah.

Dan ketika menulis curhatan ini saya mendengarkan lagu dari Goodboy Badminton berjudul "Semester Akhir". Lagu ini membuat saya mak jleebbb. Dan hingga saat ini saya belum berani membuka situs online siakad.uns.ac.id untuk melihat nilai semester 7 saya, karena apabila saya memberanikan untuk melihat nilai di semester 7 tersebut, maka akan menambah angka bunuh diri di Indonesia. Saya akan gantung diri di Kora-Kora Sekaten (sekarang di Solo sedang berlangsung Sekaten). Just kidding, itu hanya perumpaan lebay saya karena kekhawatiran dan ketakutan saya terhadap title MAHASISWA SEMESTER AKHIR. Saya hanya ingin membuat happy ending seperti lagu "Kisah Klasik Untuk Masa Depan" dari Sheila On 7.

Terakhir, selamat berjuang untuk teman-teman Sosiologi FISIP UNS angkatan 2008!
Dan terakhir kalinya, ini adalah lirik dari Goodboy Badminton dengan judul "Semester Terakhir", sebuah soundtrack bagi Anda mahasiswa-mahasiswa semester akhir yang, entah, akan mengakhiri masa perkuliahan Anda dengan happy ending atau memilih untuk menjadi MADESU.

Waktu terasa cepat berlalu
Secepat menutup kedua telapak tangan ku
Pola pikir yang semakin terpaku
Ribuan menit terperangkap masa lalu ku
Tertutup masa remaja, terkejar kehidupan nyata
Rasa sesal telah tiba, kemanakah aku selama ini?
Semester akhir kah semua ini?
Waktu terasa cepat berlalu
Secepat menutup kedua telapak tangan ku
Tertutup masa remaja, terkejar kehidupan nyata
Rasa sesal telah tiba, kemanakah aku selama ini?
Semester akhir kah semua ini?
Semester akhir kah ini? Semester akhir kah ini?
Semester akhir kah ini? Semester akhir kah ini?
Semester akhir kah ini?
Saat nya tuk bernafas lagi
Semester akhir kah ini?
Saat nya tuk bernafas lagi
Semester akhir kah ini? (waktu cepat berlalu)
Saat nya tuk bernafas lagi
Semester akhir kah ini? (waktu cepat berlalu)
Saat nya tuk bernafas lagi

Jan 20, 2012

Apalah Arti Tulisan Ini Dibanding Dengan Seyummu, Cara Bicaramu, dan Tentunya: Eekmu

Wahaaa.. What's up!
Piye kabare?

Lama sudah tak berceloteh di halaman ini. Jadi kangen rasanya. Jangan nulis "kangen" ahh, nanti dikira saya galau, terus kalau galau dibilang ababil, labil, lebay, dan tak berhati. Serba salah jadinya, hadeehhh..

Baiklah baiklah, mumpung masih di pertengahan bulan Januari 2012 saya ingin mengucapkan selamat Idul Fitri..

Semoga tahun ini menjadi tahun yang spesial untuk kita semua. Karena dipastikan tahun ini akan memakai telur dan irisan daging dengan keju yang meleleh sebagai topping-nya.

Dan semoga saya berharap bisa menulis banyak di halaman ini, sama banyaknya dengan harapan saya menemukan "my cure" di tahun ini...

Akhir kata, dengan mengucapkan slogan saya: "Jika mencintaimu adalah salah, biarkan aku eek di celana", saya dengan resmi mengakhiri tulisan ini.

Salam tempel!