Mar 30, 2013

NWO (New Wuuaasssyyyuuu Order)

Jika kamu adalah seorang pengendara motor yang berkacamata, ketika itu kamu sedang mengendarai motor di waktu malam hari dan dalam kondisi hujan, maka saat itu juga kamu akan tahu bahwa hujan bukanlah sebuah anugerah.

Belum lagi ditambah mobil-mobil egois yang dengan congkaknya sering mengedimkan lampu mereka, serta lubang-lubang jahanam jalanan, seolah mereka berkonspirasi untuk membuat sebuah tatanan NWO (New Wuuaasssyyyuuu Order).

Mar 25, 2013

Rutinitas Semu

Banda Neira menulis dalam lagunya berjudul Berjalan Lebih Jauh, "Bangun... Sebab pagi terlalu berharga 'tuk kita lewati dengan tertidur...". Sungguh beruntunglah orang-orang yang bisa menerapkan lirik lagu tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Jika orang-orang tersebut dikumpulkan, jangan kaget jika saya tidak berada di dalamnya. Karena apa yang saya kerjakan tiap hari selama kurang lebih satu bulan ini adalah negasi dari lirik lagu tersebut.

Semua orang mempunyai rutinitas. Rutinitas adalah sebuah kegiatan yang dilakukan hampir tiap pagi dengan pola yang sama. Biasanya, rutinitas diidentikkan dengan sesuatu yang produktif. Tapi berbicara mengenai rutinitas yang saya kerjakan, bisa dibilang apa yang saya kerjakan ini adalah sebuah: rutinitas semu. Kira-kira seperti inilah rutinitas semu: 
  1. Bangun pagi sekitar jam 05.30 untuk beribadah, itupun dibangunkan oleh ibu saya. Tapi kadang, ketika ibu membangunkan saya, saya tidak meresponnya. Tidur terasa lebih mulia dari beribadah. Maafkan saya, Tuhan. Semoga Engkau membaca tulisan saya ini...
  2. Orang-orang berkata: sahabat itu selalu hadir di samping kita. Itu benar! Sahabat saya bernama kasur, dan saya selalu bersamanya sampai matahari berada tepat di tengah langit. Dan pada saat itulah saya terbangun.
  3. Kegiatan utama ketika bangun tidur adalah makan, baca koran, internetan.
  4. Kira-kira pukul 15.00, saya berangkat ke kampus untuk latihan bersama teman-teman Teater SOPO. Dari sekian banyak rutinitas semu saya, mungkin hanya ini yang bisa dibilang bukan rutinitas semu. Oh iya, Bulan April kami pentas lho...
  5. Setelah pulang latihan, dan kadang diselingi nongkrong di kedai kopi, saya sampai rumah sekitar jam 00.15. Kegiatan selanjutnya adalah makan, nonton berita di TV, internetan. 
  6. Internetan adalah rutinitas terakhir di tiap hari, dan setelah itu saya kembali berkawan dengan kasur.
  7. Keesokan harinya dimulai lagi dari poin satu, begitu setiap hari.
Saya mencoba menganalisa kenapa rutinitas saya bisa seperti ini, rutinitas yang membuat hidup menjadi terbalik. Dan kemungkinan besar saya sedang mengalami disorientasi masa skripsi. Ya, disorientasi masa skripsi, itulah kalimat yang coba saya ambil. Fase ini adalah sebuah fase dimana kamu telah berada dalam masa skripsi tapi kamu tidak tahu apa yang akan kamu perbuat. Kamu seperti kehilangan passion untuk mengerjakan skripsi. Contohlah saya, saya sekarang berada dalam fase awal skripsi yaitu mengerjakan proposal. Jika proposal skripsi dinilai dari berapa banyak buku referensimu, maka saya sudah mencakupi itu. Tapi buku-buku teori dan materi terkait yang saya beli dan beberapa ada yang saya pinjam, patut bersedih karena mereka saya duakan, sebab membaca novel lebih menarik daripada membaca buku teori.
 
Mungkin beberapa orang, temasuk saya,  menciptakan black hole bagi dirinya sendiri. Black hole tersebut menyerap niatanmu untuk sesegara mungkin mengerjakan skripsi. Dan disadari atau tidak, black hole tersebut akan semakin membesar setiap harinya. Ciri-ciri black hole yang telah membesar adalah, orang tersebut belum mau menulis skripsi dan lebih memilih menulis sesuatu yang tidak penting (baca: curhatan dirinya tentang rutinitasnya yang amburadul nan semu akibat tidak ada ada passion mengerjakan skripsi) di blog pribadinya.

Jika kamu yang membaca tulisan ini, dan sedang atau akan mengalami fase yang saat ini saya alami, silakan hubungi saya, alangkah lebih baiknya jika kita membuat sebuah paguyuban bernama P3RB (PAGUYUBAN PARA PENCARI RUTINITAS BARU).

Mar 11, 2013

Ziiiinnkkk Moment

Sebaiknya, ketika kamu ingin keluar rumah, coba perhatikan apakah ada kotoran atau noda yang menempel di tubuh atau bajumu. Karena mengecek hal itu adalah penting supaya tidak terjadi sesuatu yang saya sebut sebagai ziiinnkk moment, terutama ketika kamu bertemu dengan orang yang kepo dan sok tahu.

Sebelum saya disuruh ibu untuk membeli nasi dan bakmi goreng di warung langganan, saya sedang membersihkan tinta printer yang ternyata bocor. Setelah beres, saya langsung tancap gas ke warung bakmi langganan. Karena daripada hanya diam dan hanya mencoba bermain-bermain dengan HP (walaupun HP saya bukan BB atau Android) selama si penjual memasak pesanan saya, saya memilih untuk pergi ke persewaan film yang berada tepat di depan warung bakmi itu. Saya adalah seorang yang memakan waktu lama dalam memilih film, sehingga tepat saja, ketika saya balik ke warung bakmi itu, pesanan saya sudah jadi. Lalu perbincangan dengan si penjual bakmi pun terjadi.

Penjual: Niki, mas, pesenane napa? (Ini, mas, pesanannya. Pesanannya apa?)
Saya: Nasi goreng setunggal, bakmi kalih. (Nasi goreng satu, bakmi dua)
Penjual: Mboten, niki pesenane sing ngangge karet kalih mboten ngangge ayam, sing karet setunggal ngangge ayam. Pun didewekne. (Nggak, pesanannya yang pake karet dua itu yang tidak pake ayam, yang karetnya satu pake ayam. Udah disendiriin kok)
Saya: Owh...
Penjual:  Saking mbengkel nggih, mas? (Dari bengkel ya, mas?)
Saya: Mboten og... (Nggak kok)
Penjual: (Menunjuk tangan saya) Lha kok tangane... (Tangannya kok...)
Saya: Owh... Mboten... Kula bar ndandani printer. (Owh...Nggak... Saya habis memperbaiki printer)
Penjual: Owalah tak kira... Tokone pundi? (Owalah, kirain... Tokonya mana?)
Saya: Mboten og, kula ndandani printer ten omah. (Nggak kok, saya memperbaiki printer di rumah)

Ketika menjawab pertanyaan yang terakhir ini, saya seperti berada di ruangan kosong, dan tiba-tiba kepala saya berbunyi, "zzzzziiiiinnnnkkkk".... Kira-kira seperti itulah pendeskripsian zzzziiinnkkk moment, semoga kamu paham dengan tulisan ini, dan semoga tulisan ini tidak membuatmu mengalami zzziiinnkkk moment.