Jul 22, 2012

Ramadhan Ohh Ramadhan: Yang Unik Dari Ramadhan #02. Edisi Level Buka Puasa

Ini adalah tulisan tentang kondisi saat kita berbuka puasa. Buka puasa adalah saat yang dinanti-nanti oleh kita. Haus pastinya. Lapar apalagi. Ibarat sebuah lagu berjudul "Bang Toyib", buka puasa adalah si Bang Toyib yang selalu dinanti-nantikan kehadirannya. Dan tahu tidak, buka puasa dan proses menjalin hubungan dengan seseorang itu ada hubungannya, loh. Jadi begini, saudra-saudara, setelah kita buka puasa pastinya kita akan menemui sebuah keadaan di mana perut kita kenyang. Nah, kenyang itu ada 3 level.

  1. Level pertama ini disebut "Setia". Level ini adalah ketika kamu selesai makan dan melihat ada makanan yang masih nganggur. Kamu ingin untuk mencicipinya tapi kamu sadar kalau kamu sudah kekenyangan. Dan kamupun bilang ke makanan itu seperti ini,  "Maaf, aku telah berikrar setia dengan perutku yang sudah kekenyangan. Tolong, pergi dari hidupku dan jangan dekati aku lagi. Kututup ceritamu dengan tudung saji.". Sama dalam kondisimu ketika menjalin hubungan dengan seseorang. Kamu tahu ada seseorang yang jomblo, dan pengin mendekatinya, sudah dekat dengannya mungkin, tapi kamu sadar kamu telah mempunyai seseorang. Akhirnya kamu membuat manuver untuk meninggalkannya dan lebih memilih setia kepada pacarmu.
  2. Level kedua disebut "Sepik". Adalah ketika perutmu kekenyangan, dan melihat ada makanan yang masih nganggur. Otakmu berkata, "Dekati dia! Dekati dia! Ayo! Cuma kamu dan Tuhan yang tahu!". Dan akhirnya kamu terbujuk pula dan akhirnya lagi kamu mencicipinya cuma secuil dan tidak kamu habiskan, langsung kamu buang begitu saja karena kamu sadar kalau kamu kekenyangan. Ini sama dengan kondisi ketika kamu sudah mempunyai pacar, tapi kamu lihat ada satu gebetan lagi yang hendak kamu sepik. Dengan ajian-ajian yang entah bagaimana kamu mengucapkannya akhirnya seseorang tersebut luluh lantak dan ia adalah ratu lebah karena telah menyarangkan hatinya di hatimu. Tapi karena kamu sadar kalau kamu sudah punya pacar, akhirnya sepikan kamu tersebut kamu tinggalkan, mumpung belum jalan begitu lama. Bisa kita bayangkan bagaimana pecah belah hatinya.
  3. Level ketiga disebut "Dusta". Kamu tahu kan bagaimana rasanya perut kekenyangan itu? Tapi nalurimu memang buas. Kamu tidak sadar kalau perut sudah terisi penuh dan akhirnya memaksakan untuk makan makanan yang masih nganggur di meja makan. Muntah-muntah atau mual itu dipikirkan belakangan, yang penting kamu puas perut kamu terisi penuh. Sama kasusnya ketika kamu sudah punya pacar, tapi kamu lirak-lirik sana-sini dan mendapati ada satu orang yang "nganggur". Kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Resiko kamu kepergok selingkuh sama pacar kamu dengan resiko terbesar adalah putus, kamu pikir belakangan. Yang penting kamu puas
Begitulah sekelumit tulisan dari saya. Kamu termasuk kriteria mana? 

No comments:

Post a Comment