Jan 5, 2013

BAT (Budeg Awal Tahun)

Awal tahun itu tidak selalu identik dengan sesuatu yang membahagiakan. Kesan pertama yang saya dapatkan di awal tahun 2013 ini bertolak belakang dengan apa-apa yang saya bayangkan dan harapkan di tahun ini. Cobaan dari-Nya memang datang setiap saat, tidak mengenal awal tahun atau pertengahan tahun atau akhir tahun. 

Di awal tahun ini saya menjadi seorang pesakitan. Tapi sisi kerennya adalah sakit yang saya rasa ini adalah sakit yang baru pertama kali saya alami selama hidup saya. Jadi begini ceritanya, sudah sejak malam Tahun Baru-an, saya merasa ada yang aneh dengan kuping saya. Kuping kiri saya mendadak abnormal, karena tiba-tiba saja kuping saya berdengung seperti kuping yang kemasukan air dan ada rasa senat-senut. Saya raba kuping saya dan ternyata ada yang bengkak di dalamnya. Plus, jika rahang dibuka maka ada rasa sakit di kuping.

Awalnya saya tidak mempedulikannya, tapi seiring waktu yang berjalan, detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, suara berdengung di kuping semakin parah maka pada Rabu, 2 Januari 2013 akhirnya saya memeriksakan kuping saya ke dokter THT. Kuping saya dimasuki oleh dua alat yang tidak saya kenal. Yang pertama alat yang berbentuk L, alat itu mempunyai ujung yang bergetar. Kemudian dimasuki lagi oleh alat yang seperti menyemprotkan air, dan suaranya begitu berisik di kuping. Setelah itu kuping saya diberi semacam cairan berbentuk lem kertas dan akhirnya ditutup dengan kain kasa yang telah diolesi oleh Betadine.

Menurut keterangan dokter, kuping saya terkena infeksi. Infeksi ini berawal dari kotoran yang saya utik-utik (dikorek-korek) menggunakan tangan sehingga kotoran tersebut masuk terlalu dalam lalu kotoran tersebut mengeras, akhirnya menyebabkan bengkak dan infeksi. Untung saja, infeksi tersebut belum menjalar ke gendang telinga, dan nampaknya baru terjadi di salur auditori 
(Picture taken from http://kozh.files.wordpress.com/2008/03/kuping.jpg. "Red arrow" added by me)

Lalu pak dokter memberikan saya dua obat antibiotik yaitu amoxicillin dan cataflam. Dua obat itu berguna untuk menyembuhkan infeksi dan mengempiskan bengkak. Kuping yang telah "disumbat" dengan kain kasa tidak boleh kena air dan tidak boleh dikorek-korek. Gara-gara menaati maklumat dokter tersebut, saya bahkan sampai merasa sangat protektif terhadap tubuh saya, ketika sehat padahal saya tidak sampai sebegitunya. Contohnya mengatur posisi tidur, tidak mendengarkan musik melalui headset, mandi dengan cara hati-hati. Intinya adalah kita akan cenderung protektif terhadap tubuh selama kita sakit, tapi selama sehat, kita kadang kurang memperhakannya.
Kemarin, saya ke dokter THT lagi untuk mengambil "sumbatan" telinga dan memeriksakan kondisi kuping. Saya lebih merasa deg-degan, karena ketakutan saya adalah bagaimana jika infeksi saya belum sembuh dan saya harus melakukan operasi untuk menyembuhkannya. Tapi ketakutan itu hilang ketika dokter mengambil "sumbatan" dan berkata, "Wooo.. Ndak papa.. Udah kempes kok bengkaknya, infeksinya udah hilang". Alhamdulilah. Lalu kuping saya kembali dijamahi alat aneh. Yang pertama alat yang berisik, yang seperti ada air di dalamnya. Setelah itu sebuah alat berwarna orange, alat tersebut seperti pompa dan memompa kuping saya. Whhuuuuuuttttt.. Kira-kira seperti itu bunyinya jika dideskripsikan dengan tulisan.

Agak merasa asing dengan kondisi kuping saya ketika itu. Suara yang saya keluarkan seperti sengau, Bahasa Jawa menyebutnya dengan bindeng. Tapi suara-suara lain bisa saya tangkap secara normal. Saya langsung bertanya kepada dokter, dan jawaban dokter pada intinya adalah hal tersebut terjadi karena posisi gendang telinga agak berubah, gendang telinga memerlukan adaptasi dengan kondisi yang baru. Dan untuk itu saya diberi obat Ocuson. Fungsi obat ini adalah untuk menetralkan kembali gendang telinga dan mengurangi peradangan. Saya sempat sangsi dengan obat tersebut. Karena setelah sampai rumah saya iseng-iseng googling. Dari Google yang Maha Pintar banyak disebutkan bahwa Ocuson adalah obat gatal dan alergi. Tapi setelah saya bertanya ke website http://www.informasi-obat.com/ , akhirnya saya mendapatkan jawaban pastinya. Begini jawabannya
Oh ya, sedikit sharing saja, buat kamu yang sering korek-korek kuping sebaiknya kamu baca http://www.forumsains.com/kesehatan/jaga-kesehatan-telinga-jangan-korek-kuping-lagi-ya-d/ . Dari situ kamu pasti dapat pencerahan.
Kalau dari saya, boleh sih kamu korek-korek kuping, korek-korek hidung, tapi jangan korek-korek luka di hati. Itu sakit! Ketika kamu korek-korek harus dalam keadaa safety. Berarti ketika kamu korek-korek, kamu harus memakai seat belt, dan tidak boleh korek-korek pakai uleg-uleg apalagi linggis...


3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Kalau boleh tau berapa lama penyembuhan infeksi telinga nya mas sampai dengungan ditelinga nya hilang?

    ReplyDelete