Pernahkah kamu menonton film tentang satu kota yang terinfeksi oleh virus yang menyebabkan warga kotanya berubah menjadi zombie? Atau pernahkah kamu menonton film yang menceritakan tentang sebuah lab yang bereksperimen tapi gagal sehingga menciptakan makhluk yang seram?
Paragraf pertama tadi adalah paragraf pembuka. Di paragraf kedua dan seterusnya, mungkin tidak akan membahas tentang itu, dan hanya menempatkan itu sebagai analogi. Jadi tulisan ini tidak akan menganalisa sebuah film. Melainkan tulisan ini mencoba untuk berbagi tentang suatu kebiasaan buruk umat manusia yang bernama: MALAS.
Alam semesta ini mempunyai 5 elemen yang sangat berpengaruh, yaitu tanah, air, api, udara dan MALAS. Malas adalah kata yang sepele, tapi efek negatif dari kata ini sungguh-sungguh berbahaya. Bisa jadi karena saking berbahayanya, Densus 88 yang konsen memburu terorisme akan berubah pekerjaannya menjadi memburu orang-orang malas. Dan jika itu benar-benar terjadi, bisa jadi saya adalah target operasi mereka karena rasa malaslah yang menyebabkan saya mem-posting tulisan-tulisan curahan hati saya sebelum ini, dan rasa malas pula yang menyebabkan blog ini dan blog yang saya admin-i jarang saya update. Ini bukan pengakuan dosa, tapi ini adalah pengakuan bahwa saya seorang yang malas.
Saya tidak tahu malas itu tercipta karena atau dari apa. Google pun belum memberikan jawaban yang signifikan ketika saya mengetikkan keyword "Yang Menyebabkan Malas". Yang ada hanyalah tulisan-tulisan seperti yang saya buat sekarang ini (baca: sepele) dan hanya ada tips-tips agar orang tidak gampang malas. Belum ada penjelasan ilmiah tentang rasa malas. Jadi ini adalah tugas bagi para scientist untuk mengungkap kenapa seorang menjadi malas. Tentunya jika para scientist tersebut tidak sedang dihinggapi rasa malas karena jika scientist malas, mereka akan sama saja dengan saya. Berarti ketika seorang malas, entah apapun status, peran atau posisi sosialnya, maka kita semua akan setara. Karl Marx berarti salah, jika ingin menciptakan kesetaraan dan tidak ada kesenjangan/ketimpangan antara borjuis dan buruh, buruh tidak harus melakukan revolusi, tapi borjuis dan buruh harus sama-sama malas. Akhirnya saya berhasil mematahkan teorinya Karl Marx.....
Bisa jadi malas adalah virus yang sengaja diciptakan sehingga jika kita terlalu bermalas-malasan, kita akan berubah menjadi makhluk semacam zombie. Dan jika itu terjadi maka saya akan senang sekali karena saya akan bertemu dengan Milla Jovovich. Yang jelas, malas adalah suatu "virus" yang harus kita lawan. Kita saja berani menggembar-gemborkan perlawanan terhadap korupsi dengan slogan "Katakan Tidak Pada Korupsi!",kenapa malas yang notabene lebih sepele tidak berani kita lawan?