Bukannya apa, tapi mungkin beberapa posting-an ke depan saya akan
sedikit menjadi seorang yang narsistik. Bukan untuk mendapatkan perhatian, pujian,
komentar atau apapunlah itu, tapi satu hal yang pasti beberapa posting-an
ke depan hanyalah sebuah media pengekspresian diri dari rutinitas baru yang –
menurut saya – menjemukan bernama: skripsi.
Doa dan Wisuda. Itulah alter ego
terbaru saya ketika mengerjakan skripsi, terinspirasi dari kolektif ugal-ugalan
asal Solo bernama Doa dan Wisata, Kalimat itu berawal dari celotehan – atau lebih
tepat disebut kecrohan – seorang teman,
maka kata-kata yang mengandung nilai kekultusan tinggi itu sangat layak untuk
diabadikan, bukan dalam bentuk lagu melainkan foto dan tulisan yang (agak)
sarkastik nan kelam. Tujuan saya melakukan ini hanya dua: mengabadikan momen
skripsi (yang tertunda) yang hanya terjadi sekali seumur hidup dan menjadikannya sebuah anekdot
dari diri saya sendiri yang bersyubek mahasiswa tingkat akhir.
Doa dan Wisuda hanya akan hadir pada saat saya mendapatkan momen yang pas. Jadi
bersiap-siaplah teracuni! Atau malah terinsipirasi?
| Cover "album" Doa dan Wisuda. Silakan interpretasikan sendiri |
No comments:
Post a Comment