May 30, 2013

Selamat! Selamat! Selamat! Selamat!

Tulisan ini bukan tentang wafer!

Setelah saya pikir-pikir dan saya coba flashback, empat hari berturut-turut sebelum hari ini ternyata mempunyai kisah yang unik. Saking uniknya, mungkin keempat hari tersebut layak masuk dalam segmen “Empat Hari Unik” versi program On the Spot. Di Hari Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, banyak orang memberikan ucapan selamat kepada orang atau kumpulan orang yang sedang berbahagia kala itu. Kebahagiaan yang diraih tidak serta-merta mereka dapatkan, melainkan harus membutuhkan perjuangan (dan mungkin sedikit faktor luck), sehingga banyak orang  menaruh respect yang kemudian diungkapkan melalui pemberian ucapan selamat. Seperti sebuah kebiasaan yang turun-temurun, pemberian ucapan selamat selalu menggandeng ucapan “semoga”. Mungkin dua kata tersebut adalah sejoli yang sedang dimabuk asmara, jadi tidak bisa dipisahkan. 

Ah, sudahlah lupakan jokes garing di paragraf pertama. Inilah momen kebahagiaan di empat hari tersebut.

Jumat. Jumat malam lebih tepatnya. Adalah suatu hari di mana para aktivis Twitter mebobardir timeline dengan kicauannya. Kicauan-kicauan tersebut pasti sering kita baca dalam beberapa bulan terakhir ini, dan kebanyakan mereka menjadi komentator dadakan. Like or dislike, begitu kira-kira idealisme mereka. Mungkin bagi orang “awam”, kondisi timeline Twitter ibarat arisan ibu-ibu PKK: kemriyek. Yang menyebabkan orang “awam” tersebut menjadi semruweng. Untuk dua kata bercetak miring sebelum kalimat ini, silakan cari artinya di Google. Tapi puji syukur, kemriyekan yang berujung pada kesemruwengan tidak akan ada lagi di minggu depan karena satu hal: Fatin Shidqia Lubis telah terpilih sebagai Juara  X Factor Indonesia! Secara de facto dan de jure berarti tidak akan ada lagi tayangan bernama X Factor.

Ya, yang saya maksud di sini adalah ajang pencarian bakat menyanyi tersebut. Betapa hebohnya Twitter ketika Gala Show sedang disiarkan oleh TV. Setelah menempuh banyak edisi, akhirnya pada Jumat kemarin terpilihlah seorang yang mempunyai x factor. Fatin berhasil mengalahkan Novita Dewi di babak Grand Final X Factor. A new idol was born. Usia yang masih 16 tahun dan dengan dianugerahi suara yang unik mungkin menjadikan banyak orang memuja-muja dirinya. Mungkin para Fatin haters tidak akan setuju dengan kalimat sebelum ini, tapi sudahlah… Fatin telah terpilih menjadi seorang idol baru di Indonesia. Bisa kamu cek di infotainment, bagaimana reaksi tetangga-tetangga Fatin ketika ia “pulang kampung” setelah enam bulan dikarantina, banyak dari mereka rebutan memberikan ucapan selamat. Bisa kamu cek di Trending Topic Twitter, bagaimana Fatinisti (sebutan untuk fans Fatin) selalu mengelu-elukan namanya, seakan-akan di dunia ini hanya Fatin seorang yang bisa bernyanyi. Bisa juga kamu cek di Youtube, bagaimana situs video sharing itu begitu nge-fans dengannya sehingga video-videonya ditampilkan di halaman pertama.

Popularitas memang seperti granat. Daya ledaknya sangat besar. Selamat kepada Fatin! Semoga bisa bersaing di industri musik Indonesia, dan semoga kepopulerannya masih bisa dilihat hingga satu tahun mendatang.

Sabtu. Saya berusaha untuk menulis seobjektif mungkin di bagian ini. Karena kalau boleh jujur, saya masih agak menyimpan tendensi dengan apa yang akan tulis di sini. Peristiwa ini terjadi pada Hari Minggu jika berdasarkan waktu Indonesia, akan tetapi jika didasarkan pada tempat terjadinya peristiwa, peristiwa ini terjadi pada Hari Sabtu malam. Jika kamu penggila sepakbola pasti sudah tahu peristiwa apakah itu. Ya, di Hari Sabtu malam waktu Stadion Wembley, Bayern Munich berhasil menambah pundi-pundi gelar Liga Champions-nya setelah mengalahkan Borussia Dortmund. Bayern Munich memang klub istimewa, bahkan saking istimewanya, mereka bisa mengalahkan klub paling istimewa di muka bumi ini di perempat final yaitu Juventus. Membanggakan klub idola boleh,kan? 

Acungan jempol untuk Bayern Munich. Mereka mengajarkan kita bagaimana sebuah tim harus menjadi kompak dan gigih dalam mencapai tujuannya. Sebuah pertandingan final yang begitu mendebarkan. Pertandingan Sabtu malam itu layak disebut sebagai a true final match. Banyak orang memuji pertandingan tersebut, terutama performa Bayern Munich. Jika diibaratkan film, pertandingan final tersebut layak bergenre action. Saling serang tiada henti. Menyebabkan rasa deg-degan yang teramat sangat bagi kedua fans klub, penonton final Liga Champions, dan juga bandar judi.

Sudahlah, saya tidak akan berpanjang-panjang lagi menulis tentang keperkasaan Bayern Munich dan bagaimana jalannya final Liga Champions. Ini karena saya tidak jago dalam menganilisis pertandingan sepakbola, serahkan itu semua saja pada Bung Towel. Yang jelas, selamat kepada Bayern Munich! Semoga mendapatkan treble winner di musim ini. Dan semoga Juventus bisa merebut gelar dari tangan mereka di musim depan.

Minggu. Jawa Tengah memilih. Pada Minggu26 Mei 2013, Jawa Tengah mengadakan pesta demokrasi untuk memilih siapa calon yang akan menduduki posisi paling atas di kursi pemerintahan Jawa Tengah. Warga berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Setidaknya itulah kegiatan yang dilakukan oleh warga negara yang “baik” karena mau menggunakan hak suaranya. Bagi yang tidak menggunakan hak suaranya, tidur merupakan pilihan yang tepat setelah begadang nonton final Liga Champions. Omong-omong, memang benar final Liga Champions lebih menarik daripada Pemilu. Begitulah kata seorang apatis, seperti saya ini. 

Lupakan masalah menggunakan hak suara atau tidak. Sebenarnya saya sudah bisa menduga siapakah yang akan memimpin Jawa Tengah untuk lima tahun ke depan. Dari tiga calon yang bertarung di Pilgub kali ini, sosok Ganjar Pranowo benar-benar menarik perhatian masyarakat. Masyarakat pasti menganggap Ganjar adalah “duplikat” dari Jokowi. Dia muda, kharismatik, dan yang penting dia suka rock! Dan mungkin bagi beberapa warga dia adalah sosok ideal yang pro rakyat. Banyak warga yang jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Jargonnya “mboten ngapusi, mboten korupsi” selalu terpampang di spanduk dan banner yang berada di jalanan. Metode kampanye yang seperti itu pasti membuat rakyat klepek-klepek.

Benar saja. Melalui hasil quick count yang dipublikasikan di media elektronik, pasangan Ganjar-Heru benar-benar mendominasi Pemilu. Pada Minggu sore, para pendukung Ganjar-Heru melakukan konvoi ke jalan-jalan untuk merayakan kemenangan pasangan tersebut. Saya bahkan sampai terkaget-kaget membaca berita di koran keesokan paginya. Menurut berita di koran tersebut, prosentase suara Ganjar-Heru untuk wilayah Solo mencapai 78,81%. Unggul jauh dari kedua pasangan lainnya yang hanya mendapatkan 12,27% (pasangan HP-Don) dan 8,92% (pasangan Bibit-Sudijono). 

Sebagai warga Indonesia yang baik pada umumnya, dan warga Jawa Tengah pada khususnya, saya ingin mengucapkan selamat kepada Pak Ganjar dan Pak Heru. Semoga apa yang dijanjikan pada waktu kampanye bisa segera terealisasi. Terutama untuk Pak Ganjar, semoga Anda bisa mendatangkan Metallica atau Guns ‘n Roses ke Solo.

Senin. Tulisan di bagian ini akan mengembalikan memori saya (dan mungkin kamu) ke beberapa tahun yang lalu. Ya, beberapa tahun yang lalu. Baiklah, yang terjadi pada Hari Senin tanggal 28 Mei adalah pengumuman serentak hasil seleksi SNMPTN 2013. Bagi para lulusan SMA yang mendaftar masuk ke universitas melalui jalur SNMPTN, Hari Senin kemarin bisa menjadi hari yang cerah ataupun berawan. Wajah-wajah cerah nan gembira pasti tampak pada 2.720 lulusan SMA yang diterima di Universitas Sebelas Maret Solo, universitas negeri favorit yang masih menjadi tempat saya menuntaskan “hari akhir”. Sedangkan wajah-wajah berawan nan murung mungkin tampak pada sekitar 51.280 lulusan SMA yang kurang beruntung untuk melanjutkan studi di UNS. 

Mendengar berita tersebut, melalui jejaring sosial, beberapa akun himpunan jurusan; Unit Kegiatan Mahasiswa; maupun akun pribadi yang kelak akan menjadi calon-calon kakak tingkat mereka, langsung memberikan ucapan selamat dan tak lupa mengucapkan selamat datang kepada mereka. Kira-kira seperti itulah hasil pantauan saya. FYI, saya tidak termasuk yang melakukan itu karena saya “sadar diri”, atau lebih tepatnya terlalu tua untuk melakukan itu. Dan oh ya, adik keponakan saya juga termasuk ke dalam lulusan-lulusan SMA yang berwajah cerah, karena ia berhasil mendapatkan satu kursi di Fakultas Teknik UGM.

Selamat atas kelulusannya! Dan juga selamat datang di UNS, terutama bagi kalian yang berhasil masuk ke FISIP. Semoga kalian bisa menjadi mahasiswa yang teladan, rajin, dan berprestasi. Jangan jadi mahasiswa yang malas-malasan dan sembrono. Tapi jika kalian ingin mengetahuinya sebagai pembelajaran, silakan hubungi orang yang menulis tulisan ini.

No comments:

Post a Comment