Apr 12, 2010

Antiklimaks ketakutan

Detik ini, menit ini, jam ini
Terasa asing bagiku
Lamban saja langkahku malam ini
Tak peduli seberapa beratkah langkahku

Kepulan asap ini menandakan bahwa,
Separuh dari diriku telah mati
Mata ini, ya mata ini
Terasa berat menahan gemuruh jiwa

Raungan mesin-mesin itu
Adalah sebuah jawaban dari,
Betapa takutnya aku akan hari esok
Masihkah esok adalah suatu yang indah?

Kuhisap batang ini
Sebatang penghabisan
Bara apinya adalah
Kemurkaan, kemarahan dan ketakutan

Cukup segelas saja
Pahitnya tak tergantikan
Walaupun gula telah mencampuri
Tetapi tetap saja pahit...

Berat, masih terasa berat
Malah bertambah berat
Lebih dari yang kukira
Ketakutan tanpa alasan

Hingga saat ini aku masih tersadar
Bahwa esok adalah hari baru
Tak bisa tertawa, tangispun "semoga",
Tak ada merdeka

Esok... Tanda tanya
Mentari... Masih menjadi musuhku
Hari baru.... Persetan denganmu
Adakah yang berani?

No comments:

Post a Comment