Apr 4, 2010

Ironi Pagi

Pagi ini,

Kumulai pagi ini dengan mencari oksigen terbeli
Memacu jantung untuk merayakan hari
Keringnya embun adalah sebuah alibi
Pergi seenaknya untuk menyambut pagi ini
Kicauan burung adalah sebuah ironi
Mengganti pagi ini dengan mimpi
Tataplah pagi ini tataplah bumi ini
Oksigenmu menipis, hampir habis

Oksigen terurai
Bernafas dalam polutan kota ini
Oksigenku hilang
Selamat datang jiwa tak tenang

Pagi ini,

Sinar mentari muram warnanya
Sinarnya tak bisa menembus hitamnya kota
Langitpun tak biru warnanya
Bercampur karbon sehitam jelaga
Laju sepedamu terlalu lamban
Lelah menapaki pagi ini yang telah usang
Tataplah pagi ini tataplah bumi ini
Oksigenmu menipis, hampir habis


Oksigen terurai
Bernafas dalam polutan kota ini
Oksigenku hilang
Selamat datang jiwa tak tenang


Larilah dari pagi ini
Larilah dari hari esok yang tak pasti













No comments:

Post a Comment