Gemuruh langit sama saja dengan gemuruh hati ini yang galau. Ditemani serbuan hentakan penghenti detak jantung , irama pemecah kesunyian , yang mulai menguap seperti beberapa batang angkara yang saya hisap , seperti produk alam yang berkulit dan kadang-kadang peribahasa menyangkutpautkannya dengan perumpamaan "lupa kulitnya" , sebuah analogi usang....
Malam ini , adalah malam di mana kesunyian dan kemarahan memperbudak , merayap memasuki celah-celah hati nurani yang membeku tanpa sebab dan berontak menjadi semacam "kewajiban" tak bersyarat. Berpikir ulang untuk mencari semacam "tumbal" namun ketika otak mulai melakukan "proses ilmiah" yang wajar , maka hal itu nampaknya akan sia-sia. Tak bisakah menantang takdir? Apakah takdir tak bisa dilawan?
Di sana , mereka berjuang mencari "keputusan". Di sini, saya menunggu"hal yang semu" tapi "hal yang semu" itu adalah suatu hal yang saya hormati petuahnya , pengorbanannya dan ketabahannya. Menanti hingga jam membunuh saya , melumat jasad saya dengan kepenatan tak bertuan. Ketika tujuh telah mendekati angka dua puluh , maka saat ini saya masih tersadar bahwa hidup kadang-kadang tak menyenangkan untuk sesaat , tak selamanya.....
Mencoba untuk bertahan , tapi meracau untuk kemudian . Mengadili hidup , bermain takdir...... Semoga "merdeka" suatu saat kelak...
Malam ini , adalah malam di mana kesunyian dan kemarahan memperbudak , merayap memasuki celah-celah hati nurani yang membeku tanpa sebab dan berontak menjadi semacam "kewajiban" tak bersyarat. Berpikir ulang untuk mencari semacam "tumbal" namun ketika otak mulai melakukan "proses ilmiah" yang wajar , maka hal itu nampaknya akan sia-sia. Tak bisakah menantang takdir? Apakah takdir tak bisa dilawan?
Di sana , mereka berjuang mencari "keputusan". Di sini, saya menunggu"hal yang semu" tapi "hal yang semu" itu adalah suatu hal yang saya hormati petuahnya , pengorbanannya dan ketabahannya. Menanti hingga jam membunuh saya , melumat jasad saya dengan kepenatan tak bertuan. Ketika tujuh telah mendekati angka dua puluh , maka saat ini saya masih tersadar bahwa hidup kadang-kadang tak menyenangkan untuk sesaat , tak selamanya.....
Mencoba untuk bertahan , tapi meracau untuk kemudian . Mengadili hidup , bermain takdir...... Semoga "merdeka" suatu saat kelak...
No comments:
Post a Comment