Jul 26, 2013

Ahhh, Untung Cuma Mimpi

Entahlah, saya bingung. Kenapa mimpi-mimpi yang hadir dalam tidur saya itu selalu berkaitan dengan hal yang absurd? Dulu saya bermimpi tentang Ustad Fotocopy, tadi pagi lebih absurd lagi, atau malah sudah masuk level “menyeramkan”. Ngomong-omong, keren ya mimpi-mimpi saya ada level-levelnya? Berasa kaya’ Maicih.

Kenapa “menyeramkan”? Karena pagi tadi saya bermimpi menjadi seorang yang mempunyai sixth sense. Jadi inti mimpi tersebut, saya bisa melihat hal-hal yang tak kasat mata. Saya lupa bagaimana cerita awalnya, yang saya ingat ketika itu saya berada di sebuah gedung mirip kampus, entah kampus mana. Di setiap pojokan, di tengah kerumunan, saya selalu bertemu “mereka”.  Bahkan ada juga salah satu dari “mereka” yang berbentuk perempuan, ia selalu menguntit seorang mas-mas kemanapun ia pergi. “Za, Za, kui tontonen, ana “cewek” sing melu mas e terus”, begitu ucap teman saya – yang juga punya kemampuan melihat hal-hal tak kasat mata – ketika melihat “perempuan” tersebut. 

Saya lupa mimpi saya tersebut berakhir seperti apa. Yang jelas ini merupakan sebuah pengalaman yang baru bagi saya. Dan yang pasti setelah terbangun dari mimpi tersebut hal yang pertama saya lakukan adalah melihat kondisi di dalam kamar saya. Ketika keluar kamar, saya pun masih celingukan, berharap apa yang saya alami di mimpi tidak terjadi di kehidupan nyata. Bahkan ketika tulisan ini dibuat, saya masih merasa parno, hahaha.

Jika berbicara tafsir, saya tidak tahu apa tafsir dari mimpi tersebut. Yang jelas, itu seperti shock therapy bagi saya, hahaha. Sempat juga sih terlintas, “Apa jangan-jangan ini pertanda kalau saya akan memiliki sixth sense, ya?”. Ahhh, tidak, tidak. Just kidding.

No comments:

Post a Comment