Entahlah, saya bingung. Kenapa
mimpi-mimpi yang hadir dalam tidur saya itu selalu berkaitan dengan hal yang
absurd? Dulu saya bermimpi tentang Ustad Fotocopy, tadi pagi lebih absurd lagi,
atau malah sudah masuk level “menyeramkan”. Ngomong-omong,
keren ya mimpi-mimpi saya ada level-levelnya? Berasa kaya’ Maicih.
Kenapa “menyeramkan”? Karena pagi
tadi saya bermimpi menjadi seorang yang mempunyai sixth sense. Jadi inti mimpi tersebut, saya bisa melihat hal-hal
yang tak kasat mata. Saya lupa bagaimana cerita awalnya, yang saya ingat ketika
itu saya berada di sebuah gedung mirip kampus, entah kampus mana. Di setiap
pojokan, di tengah kerumunan, saya selalu bertemu “mereka”. Bahkan ada juga salah satu dari “mereka” yang
berbentuk perempuan, ia selalu menguntit seorang mas-mas kemanapun ia pergi. “Za,
Za, kui tontonen, ana “cewek” sing melu
mas e terus”, begitu ucap teman saya – yang juga punya kemampuan melihat
hal-hal tak kasat mata – ketika melihat “perempuan” tersebut.
Saya lupa mimpi saya tersebut
berakhir seperti apa. Yang jelas ini merupakan sebuah pengalaman yang baru bagi
saya. Dan yang pasti setelah terbangun dari mimpi tersebut hal yang pertama
saya lakukan adalah melihat kondisi di dalam kamar saya. Ketika keluar kamar,
saya pun masih celingukan, berharap apa yang saya alami di mimpi tidak terjadi
di kehidupan nyata. Bahkan ketika tulisan ini dibuat, saya masih merasa parno, hahaha.
Jika berbicara tafsir, saya tidak
tahu apa tafsir dari mimpi tersebut. Yang jelas, itu seperti shock therapy bagi saya, hahaha. Sempat
juga sih terlintas, “Apa jangan-jangan ini pertanda kalau saya akan memiliki sixth sense, ya?”. Ahhh, tidak, tidak. Just kidding.
No comments:
Post a Comment