Tepat seminggu ini saya tidak mengkonsumsi daging. Hal tersebut saya lakukan sejak saya memutuskan untuk menjadi vegetarian. Selain perut yang semakin hari semakin membuncit dan ditakutkan nanti akan menambah lemak dalam bentuk lipatan-lipatan di tubuh, vegetarian juga bisa jadi adalah bentuk aksi saya untuk menghormati hak-hak hewan. Seperti tulisan saya sebelumnya, manusia telah over comsume dalam mengkonsumsi hewan. Dan ketika manusia mengkonsumsi hewan (baca: menyembelih), kadang-kadang manusia tidak mematikan mereka dengan khusnul khotimah. Saya pernah diberitahu teman saya (dia dulu bekerja di salah satu "pabrikan" fast food), katanya daging yang selalu disajikan dengan roti dan diberi hiasan sayuran di tengah-tengahnya atau yang akrab kita dengar dengan burger, prosesnya sangat-sangat tidak bersahabat. Sapi/ayam langsung dimasukkan ke dalam mesin penggilingan tanpa disembelih terlebih dahulu. Jadi "daging" yang kamu makan di burger itu bukanlah daging dalam arti yang sebenarnya. Tapi "daging" dengan campuran organ-organ tubuh bagian dalam hewan tersebut. Percaya boleh, tidak percaya juga boleh.
Saya sempat browsing, bagaimana cara menjadi seorang vegetarian. Ternyata menjadi vegetarian, atau lebih tepatnya proses menjadi vegetarian susah juga ya? Dan saya juga baru paham, ternyata jenis vegetarian itu banyak. Saya mengutip dari sini. Jadi jenis-jenis vegetarian itu antara lain:
- Vegan. Vegan adalah mereka yang sangat-sangat anti produk berbahan dasar hewan. Mulai dari makanan sampai atribut yang dipakai. Vegan hanya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Olahan-olahan dari binatang seperti madu, keju, susu, dll, tidak mereka konsumsi.
- Vegetarian Lacto. Mereka mengkonsumsi produk-produk nabati. Dan untuk olahan dari hewan seperti susu, mereka meminumnya. Mereka tidak memakan daging.
- Vegetarian Ovo. Hampir sama dengan vegetarian lacto, Mereka mengkonsumsi makanan-makanan berbahan tumbuhan dan tidak memakan daging. Mereka menghindari makanan berbahan dasar hewani kecuali telur
- Vegetarian Lacto-Ovo. Ini adalah gabungan dari vegetarian lacto dan vegetarian ovo. Mereka mengkonsumsi bahan nabati, namun juga mengkonsumsi susu dan telur. Pun juga dengan olahan-olahannya seperti keju, yoghurt, mentega, dll.
- Vegetarian Pollo. Mereka tetap mengkonsumsi bahan nabati, tapi pada saat tertentu mereka juga mengkonsumsi daging, susu, telur dan bahan-bahan hewani lain.
- Vegetarian Pesco. Sama seperti vegetarian lain, yaitu tetap mengkonsumsi produk-produk dengan bahan nabati, tapi mereka memakan ikan. Untuk daging ayam/sapi/kambing, mereka menghindarinya.
Saya masih mengkonsumsi telur dan susu, tapi tidak untuk daging, baik itu daging ayam/sapi/kambing/ikan. Dan saya juga masih mengkonsumsi produk-produk olahan dari hewan, tapi selama produk tersebut tidak dibuat dari hewan yang telah kehilangan nyawanya.
Ketika saya mendeklarasikan diri menjadi seorang vegetarian, saya mendapatkan banyak pertanyaan dari ibu saya. Kira-kira seperti ini: Ibu (I), saya (R)
I : "Panganane isih akeh, kok ra mbok pangan?" (Makanannya masih banyak kok tidak kamu makan?)
R: "Aku saiki ra mangan daging" (Saya sekarang tidak makan daging)
I: "Halah, neko-neko wae kowe! Mbok ra sah neko-neko, lha terus aku masake opo?" (Halah, jangan aneh-aneh! Jangan aneh-aneh, terus nanti masaknya apa?")
R: (saya diam)
I: "Kowe melu aliran apa? Kok neko-neko ngono?" (Kamu ikut aliran apa? Kok aneh-aneh gitu?"
R: "Pokoke aku saiki ora mangan daging" (Sekarang saya tidak makan daging")
I: "Mbok yo ra sah neko-neko!" (Tidak usah aneh-aneh)
R: "Aku saiki vegetarian" (Saya sekarang vegetarian)
I: (Ibu saya diam lalu dia pergi)
Dialog di atas merupakan gambaran kecil susahnya menjadi vegetarian di dalam lingkup keluarga. Pemilihan menu makanan memang harus dirubah, padahal keluarga saya bisa dikatakan over consume dalam menu daging. Dan adaptasi dengan lingkungan yang "baru" pun juga harus saya lakukan. Karena masyarakat pada umumnya belum begitu paham dengan hak-hak seorang vegetarian. Menu-menu makanan di luar sana, masih banyak yang menyajikan menu "mayoritas", sedangkan saya sebagai seorang vegetarian newbi, harus bisa beradaptasi dan mengontrol diri dari itu.
Baiklah saatnya mengucapkan selamat tinggal untuk kebab, mie ayam pangsit-bakso, tongseng, nasi bandeng, sate koyor Mbah Di, dll. Terimakasih telah menjadi kenangan dalam hidup saya. Selamat tinggal....
No comments:
Post a Comment