"...A hero of war
Yeah that's what I'll be
And when I come home
They'll be damn proud of me
I'll carry this flag
To the grave if I must
Because it's a flag that I love
And a flag that I trust..."
Yeah that's what I'll be
And when I come home
They'll be damn proud of me
I'll carry this flag
To the grave if I must
Because it's a flag that I love
And a flag that I trust..."
(Rise Against-Hero Of War)
Sebuah lirik dari Rise Against. Menceritakan tentang seorang tentara yang dengan gagah berani membela negaranya, bahkan sampai ke liang lahat pun, rasa cinta kepada negaranya tersebut tetap ia tunjukkan. Lagu tersebut sebenarnya berarti luas, tergantung kita memaknai arti dari kata pahlawan. Tidak selamanya pahlawan itu harus mengorbankan nyawanya demi orang lain atau tidak selamanya pahlawan itu harus mempunyai kekuatan super. Bagi saya, seorang pahlawan adalah seorang yang rela dan ikhlas tanpa paksaan apapun. Misalkan seperti analogi lagu di atas, misalkan kita menjadi tentara, hanya untuk sebuah pengakuan dari orang lain ataupun "tuntutan" tanpa ada kerelaan, jika konsekuensi terburuk yaitu kematian di medan pertempuran datang, maka ia tak selebihnya hanyalah semacam asap: tak berbekas. Lain cerita jika dilandasi kerelaan dan keikhlasan, jika kematian di medan pertempuran datang, pastinya rasa bangga akan datang karena kita telah berusaha maksimal.
Mencari seorang pahlawan dengan 3 spesifikasi menjadi pahlawan yaitu rela, ikhlas dan tanpa paksaan, untuk hari-hari sekarang ini mungkin akan berat. Pahlawan-pahlawan sekarang hanyalah sebagai topeng, sebagai pencitraan, untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompoknya. Mereka ibarat Joker yang menyamar menjadi Batman. Datang sebagai superhero dengan membawa beribu solusi dari masalah-masalah yang ada, tujuannya adalah mendapatkan pengakuan dari warga. Joker tetaplah Joker, kejeniusannya membawa ia berada di posisi tertinggi. Ketika diposisi tertinggi, ia dengan mudah melakukan manuver-manuver yang "psycho". Pikiran warga telah dicuci oleh pencitraannya yang positif, sehingga ketika manuver-manuver tersebut ia berikan kepada warga, warga menganggukkan kepala dan serentak melaksanakan. Warga meng-klaim bahwa mereka telah merdeka, mereka telah nyaman dengan keadaan, tapi tahukah kalian bahwa rasa merdeka itu adalah hasil konstruksi? Warga telah puas mendapatkan status merdeka yang dijanjikan, saking puasnya egoisme mereka keluar. Acuh kepada sesama, padahal sebagian dari mereka ada yang jauh dari kata merdeka. Pikirkan urusanmu sendiri! Itulah yang mungkin diinginkan Joker ketika kata merdeka telah didapatkan. Merdeka yang semu.
Jadi jika kamu bercita-cita menjadi pahlawan, pertama yang harus dilakukan adalah kendalikan nafsu yang ada di dirimu. Puasa di Bulan Ramadhan ini telah melatih kita untuk menjadi pahlawan. Jika ada yang bertanya kepada kamu, "Apa kontribusimu kepada negara ini", jawablah "Aku telah menjadi pahlawan bagi diriku, karena aku telah mengendalikan nafsuku. Ketahuilah, bangsa ini bobrok karena mereka yang menyebut dirinya "pahlawan", tidak bisa mengendalikan nafsu mereka."
DIRGAHAYU INDONESIA! NEGARA INI TIDAK GAGAL, YANG GAGAL ADALAH OKNUM-OKNUM YANG MENYEBUT DIRI MEREKA "PAHLAWAN"

No comments:
Post a Comment