Ahhh sialan!
Kira-kira itu yang terucap ketika seorang teman minta tolong kepada saya untuk mengirimi tugas-tugas saya kepada dia. Dikejar deadline katanya, sehingga ia harus terpaksa copy paste tugas-tugas saya. Teman saya ini beda jurusan dan beda angkatan pula, jadi agak mudah untuk mengelabui dosennya.
Yang membuat saya berkata sialan bukan tabiat teman saya tersebut, karena tabiat seperti itu adalah hal yang umum bagi seorang mahasiswa, saya pun juga mengalaminya. Rasa sialannya adalah ketika saya harus mengulik tugas-tugas semester awal saya, semester dimana saya masih imut-imutnya, hahaha.. Dari hasil pengulikan tersebut muncul suatu rasa yang... Ahhh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Coba bayangkan sendiri, saya sekarang semester 8, yang notabene adalah semester akhir bagi seorang mahasiswa, dan ketika menonton ke belakang, tepatnya beberapa tahun silam, muncul sebuah perasaan yang... Ahhh pasti engkau tahu bagaimana perasaannya.
Dan waktu mengulik tugas-tugas lama tersebut seketika memori saya kembali ketika saya berada di semester awal. Dulu jurusan saya (sosiologi-red) belum dibagi menjadi dua seperti sekarang, jadi dulu ketika awal kuliah, kami seperti orang-orang yang mudik Lebaran.Penuh sesak!70-an orang berada di dalam satu kelas! Dan ketika kuliah pasti terjadi "kesenjangan" antara baris paling depan dengan baris paling belakang. Baris depan dihuni oleh teman-teman saya yang pintar sementara baris belakang dihuni oleh teman-teman saya yang "seperti itulah", hahaha.. Ibarat sepakbloa, baris belakang adalah baris yang hampir terdegradasi, hehehe.. Dan ketika dosen memberikan materi pasti ada saja yang ngoceh dengan temannya, suasana kelas bisa dikatakan tidak bisa kondusif. Apalagi ketika ada dosen yang sudah berumur dengan volume suara yang pelan, maka kami pun kadang tidak memperhatikannya.
Bolos kuliah juga menjadi hal yang lazim, tapi saya dulu jarang lho bolos kuliah, bolos kuliahnya baru pertengahan semester, hehehe.. Jika berbicara mengenai tugas di semester awal, papper terutama, saya biasanya mengerjakannya paling 3 lembar, mentok 5 lembar. Dan dalam pengetikannya, karena saya seorang yang antimainstream, pada saat yang lain menggunakan times new roman, saya memakai arial narrow atau arial. Jahilnya saya adalah spasi biasanya saya buat double dan ketika ganti paragraf biasanya saya enter 2 kali agar jumlah halamannya banyak. Di semester awal, tugas biasanya copy paste dari internet dan ada juga yang mengandalkan logika. Pada saat itu belum mengenal buku sebagai referensi untuk mengerjakan tugas. FYI, sekarangpun masih sering copy paste dari internet tapi hanya sebagai pelengkap atau malah cuma referensi penulisan. Sekarang saya dan teman-teman dituntut agar mengerjakan tugas dengan menggunakan buku sebagai referensinya. Tugas yang telat mengumpulkan pun juga sering saya lakukan dan gara-gara itu harus mengulang mata kuliah pun juga sering, hahaha.. Efeknya baru terasa sekarang.
No comments:
Post a Comment