Oct 22, 2013

PERJALANAN

Ada rasa haru jika mengingat senja hari itu
Kutinggalkan senyum-senyum yang telah berkembang,
sisa-sisa sebuah ketegaran

Di persimpangan aku mengumpat, menghujat
Memaki langit yang bersinar muram
Berharap datangnya hujan,
untuk menghapus rasa gelisah yang tertinggal

Di persimpangan aku bertanya
“Apakah yakin dan suara hati bisa dibeli?”
“Apakah canda tawa akan terhapus dan terpupus secara nyata?”
“Lalu apakah kita akan mati hanya karena nurani?”

Dalam perjalanan aku tersadar
Rintik hujan adalah awal kehidupan
Mimpi-mimpi yang dijemur telah terpakai kembali
Bersiap menantang narasi hidup ini

Di lain waktu, di lain hari
Jika saja luka itu telah terobati
Apakah tapakan bayangmu bisa mencuri senja untuk sekali lagi?


P.S: “Against the Grain” dari City and Colour menemani merampungkan tulisan tak penting ini.
 

No comments:

Post a Comment