RIP hape saya. Telah berpulang pada Minggu, 9 Desember 2012 pukul 13.30. Menurut diagnosis, hape saya terkena benturan keras di LCD. Rencananya, hape tersebut akan saya simpan, karena hape tersebut sangat memorable.
Selama empat tahun ini, kami telah banyak membingkai kenangan. Seperti tagline sebuah permen "manis, asam, asin", telah kami buat. Si Nokia 5000 tersebut seperti menjadi saksi bisu perjalanan hidup saya selama empat tahun ini. Di saat sebagian orang telah menjadi budak teknologi komunikasi yang ditandai dengan dominasi rezim Blackberry dan Android, saya justru tidak tertarik menggunakan dua tipe hape tersebut. Karena seburuk-buruk atau sejadul-jadulnya HP-mu, jika di dalamnya ada banyak kenangan yang tercipta, apakah kamu rela meninggalkan HP mu itu dan berganti HP atas nama lifestyle dan modernisasi?
Aaahhh.. Kenapa saya malah menulis sebuah tulisan bertema kritik sosial? Seharusnya tema tulisan ini adalah sebuah kesedihan, karena kenangan yang terekam selama empat tahun sekejap menghilang seiring HP yang mati.
Dan akhir kata, saya hanya bisa berucap "Selamat tinggal, kawan. Terimakasih telah menjadi saksi bisu dari kenangan-kenangan..."

No comments:
Post a Comment