Lagu ini memang mengingatkan kita kepada Sang Pencipta. Tapi bukan, ini bukan lagu religi Ramadhan seperti yang sering dibuat oleh band-band di luar sana demi “menyemarakkan” bulan tersebut. Disengaja atau tidak, menurut saya, momentum perilisan lagu ini sungguh tepat. Dirilis di awal Ramadhan, lagu ini bagaikan asupan gizi bagi jiwa kita di bulan tersebut.
Jika setiap lagu yang dirilis pada saat Ramadhan
diasosiasikan sebagai lagu reiligi, maka saya katakan tidak untuk lagu ini.
Menurut saya lagu ini lebih bersifat universal dan tidak terlalu terkotak dalam
nama religi. Lagu ini juga fleksibel didengarkan di segala waktu. Apalagi waktu
di mana kamu muak dengan kehidupanmu dan berkata, “Hidup ini tak adil”. Secara lirikal,
lagu ini telah menyediakan solusi ketika kamu dibuat muak oleh hidup. Saya
percaya bahwa lagu lebih bisa bercerita dan lebih bisa memberikan motivasi jika
dibandingkan dengan para motivator yang ada di TV, maka sama halnya dengan lagu
ini. Lagu ini dibuat dengan harapan bahwa, ketika kamu muak dengan hidupmu,
dengarkanlah lagu ini, dan semoga kamu menemukan jalanmu kembali, serta, “Tetaplah melangkah dan selalu tersenyum”.
Dua paragraf di atas menceritakan tentang single baru dari Harmoni Amourest,
sebuah band syahdu dari Karanganyar, Jawa Tengah. “Luar Biasa” adalah judul
dari single tersebut. Oh iya, di lagu
ini mereka berkolaborasi dengan empat siswi SD – murid les sang gitaris – yang menyumbangkan
suaranya dalam koor di bagian akhir lagu, yang seakan-akan mengajak pendengar
untuk: let’s celebrate our life!
Bagi kamu yang suka pop balada semacam Payung Teduh atau
Ballads of the Cliché, kamu bisa mendengarkan dan mengunduh lagu mereka di bawah ini

komentarmu jitu sekali Za......
ReplyDeleteHehehe, padahal iseng lho aku, mas.
DeleteMmmm, selebihnya, terimakasih telah membaca, hehehe.